Masih Menyempatkan Memposting

Sepertinya membosankan kalau gue mulai postingan ini dengan keluhan karena sudah lama gak memposting. Huh, hectic sekali minggu-minggu ini. Padahal harapan gue semester ini adalah bisa santai. Emang lebih santai dari semester kemarin sih, tapi tetap aja tugasnya gak manusiawi.

Okay, ada banyak hal yang sudah gue lewati dalam beberapa waktu ini. Tetapi yang terpenting adalah gue mendapatkan sebuah pelajaran penting tentang cinta. Intinya, jangan pernah sekalipun, ingat, sekalipun, membuat orang lain sakit hati. Hati bukan benda yang bisa sembuh dengan mudah. Memori otak boleh jadi lebih besar ruangnya untuk menyimpan memori, tapi hati bisa menyimpan sesuatu lebih lama. Sangat lama.

Gue sedang sibuk dengan beberapa kegiatan gak penting. Tapi gue tetap berusaha mengupdate blog ini. Oya, gue juga punya blog baru yang, ehm, lebih “rapi” dari blog ini. Jadi, konsep blog ini adalah jurnal harian gue, dan blog sebelah itu ya karya seni gue, hihi.

Jangan sungkan untuk mampir ya.

Ada keinginan yang belum kesampaian sampai sekarang, selain berenang bareng pacar. Baru saja libur kemarin gue berenang bareng pacar, dan sangat menyenangkan, karena berenangnya berdua, yang lain pada ngontrak.

Keinginan yang belum tercapai itu gue pengen beli buku. Sudah lama sekali gue gak baca buku. Belum ada rencana sih mau beli buku apa, tapi buku yang jadi target gue sejak lama masih gue cari, semacam bukunya Tim O’Brien, dan lain-lain.

Gue juga lagi ngumpulin uang buat beli gadget baru. Mumpung masih muda dan belum punya tanggungan deh, jadinya puas-puasin diri sendiri dulu.

Segitu aja dulu, sampai jumpa di postingan berikutnya. Cheerio!

Ala Kadarnya

Selamat pagi! Ah, entah apa yang salah dari si pagi, sampai harus selalu diselamati setiap pagi.

Setelah libur panjang, bahkan terlalu panjang, akhirnya gue udah masuk kuliah lagi. Kampus gue sekarang ini bisa jadi punya rekor libur terlama di Indonesia. Makanya gue jadi betah.

Baru seminggu masuk kuliah, tugas-tugas udah mulai menghantui. Mereka itu kayak cinta, gampang untuk datang tapi sulit disuruh pergi. Sigh.

Cara paling efektif mengusir tugas ya dengan mengerjakannya. *toyor diri sendiri*

Anyway, weekend lalu gue dateng ke acara Stand Up Nite Bogor. Acaranya seru. Ada comic Bogor yang gue suka banget, yang waktu naik stage pakai kemeja putih dan rambutnya kribo. Yak, gue harap dia naik stage lagi di beberapa Stand Up Nite nanti.

Sayangnya gue gak ambil fotonya kemarin ini. Jadi gak bisa upload ke sini.

Stand up comedy ini lagi booming di Indonesia, tentu saja semua ini berkat influencer-influencer handal semacam Pandji dan Raditya Dika. Ya, gue yakin stand up comedy bisa menjadi hal positif dan punya masa depan bagus.

That’s it. Itu aja dulu cerita dari gue. Masih banyak deadline yang harus dihajar, dan liputan yang belum kelar.

Oya, sepertinya gue sebagai calon wartawan harus belajar bela diri dari sekarang. Dan untungnya lagi, gue gak bisa manjat, jadi gak usah khawatir diomelin guru karena manjat gerbang sekolah demi ngambil foto.

Team Galau, Menggalaui dan Digalaui

Ketika kalian melihat gambar di atas, percayalah, kalian tidak sedang menyaksikan prototype keluarga Rumah Dara di kehidupan nyata. Wajah mereka mungkin psycho abis, tapi di sini *nunjuk ke dada* dalam hati mereka, rapuh total.

Gue akan bercerita sedikit tentang temam-teman unyu gue, yang gue temukan semasa kayang di bangku sekolah. Kenapa bukan duduk? Karena gue pecicilan waktu sekolah.

Oke, kita mulai, eh iya sebelumnya, FYI aja nih yah gue adalah cowok hitam manis yang tepat berada di tengah. Saking manisnya sampe diperebutkan gitu gue, ada di tengah-tengah.

Gue akan bercerita dari orang paling kiri kalian (kanan foto), ada sosok dengan baju bergambar wayang, dia adalah @demprul. Mungkin dia adalah cowok di antara kami yang nasibnya paling ngenes, sekaligus paling aman. Kenapa? Karena track record percintaan dia amat abu-abu. Tidak diketahui berapa mantan yang dia punya (dicurigai tidak punya mantan), makanya dibilang hidupnya tentram. Paling ngenes karena beberapa kali ditikung padahal jadian aja belum. *pukpuk*

Berikutnya, orang dengan badan paling tinggi, @_kikio. Nah ini dia penyepik kelas wahid. Kalo dia beraksi di timeline, sepikannya maut. Saking mautnya, bahkan kadang cowok aja nyangkut. Tapi kalo dia lagi galau, suka gak berdaya kalo diledekin. *pukpuk*

Perempuan dengan cardigan (atau entah apa itu) biru, namanya @dhetyswan. Dia penggemar berat Twilight Saga, bahkan saking ngefans-nya dia menamai toilet di rumahnya dengan Twilight (baca: tuilit). Cita-citanya pengin nikah sama Edward Cullen, dan punya anak Justin Bieber. Kita doakan saja semoga dia gak kesampean masuk rumah sakit jiwa. *pukpuk

Bergeser sedikit, ada perempuan berkalung sorban berkerudung. Si @ziahfauziaaah ini, jangan tertipu dengan kerudungnya, karena di balik kerudung itu penuh dengan … kenangan. Yak, cewek yang satu ini kalo udah bicara tentang kenangan, matanya suka menggenang. Entah, menggenang karena mengenang? *pukpuk*

Orang Batak yang di sebelah gue itu @OmUCOK13. Liat dari username-nya aja kita bisa tau orang yang satu ini adalah Batak. Huruf besar di sana dan dalam beberapa twitnya, mengesankan dia lagi teriak kepada kita yang membacanya, tapi dia anggap itu biasa -_-

Si @OmUCOK13 ini lagi dalam masa penjajakkan dengan (calon) pacarnya. Hubungannya sih udah kayak pacar, tinggal statusnya aja. Mari kita lihat ending-nya akan seperti apa. *pukpuk*

Cowok unyu di bagian paling kiri foto itu, bukan gitar, tapi geseran dikit, ya itu, namanya @adhiefahmi. Ini dia cowok paling melankolis, terbukti dengan selera musiknya dari musik-musik Afgan sampai SM*SH. Cita-cita dia ketika sudah dewasa nanti, dia pengin poligami. *pukpuk* *bukan buat Adhi, tapi buat calon istrinya nanti*

Sebenernya masih ada satu orang lagi, namanya Kus. Hanya saja dia belom begitu aktif di twitter, dan dia jarang banget ngumpul. Nanti deh cerita tentang dia menyusul saja.

Ini waktu merayakan ultahnya Adhi, Dhety, dan Kiki. Mengalay hanya untuk terlihat muda. Gagal dengan sukses.

Jadi begitulah, beberapa orang diciptakan spesial bagi orang lain, entah sebagai keluarga, pasangan hidup, kekasih, teman, bahkan orang asing sekalipun.

Salam pukpuk!